Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Wednesday, 20 July 2016

Ceritaku: Saat Mbah Mudik Lebaran


Siapa yang ditinggal mudik ART saat lebaran ayo angkat jari?? Sayaa!!!! Hehehe.. Rumah yang biasanya sudah rapi dan cucian yang sudah dijemur pagi,, saat tidak ada mbah jadi siang hari baru bisa saya selesaikan. 

Pekerjaan yang sepertinya remeh ternyata memakan banyak waktu apalagi disela2 waktu itu el ingin ditemani main.. Alhasil tambah siang pekerjaan rumah baru selesai. Hehe.

Apalagi saat sedang menyuapi el untuk makan, el malah berlari2 mengajak saya main lari2an sembari makan. Saya yg sedang nyuapin sambil memasak mendadak jd tidak sabar untuk menyuapi. Bener2 harus belajar sabar. Ini kan baru 1 anaknya.. Salut banget sama ibu2 yg punya anak balita lebih dari satu dan tanpa art.

Selama tidak ada mbah saya jadi jarang membuat mainan untuk el. Tapi diluar dugaan, el sekarang bisa bermain sendiri. Kalau mau main plastisin atau cat air langsung ambil sendiri. Jd tidak perlu saya tawarin. Selain itu el juga sering bantu saya menyapu, mengepel, potong sayur dan menjemur baju.

Saya mengamati ketika saya membebaskan el untuk ikut serta dengan pekerjaan yang sedang saya kerjakan. Dia tampak begitu menikmatinya. Berbeda ketika inisiatif itu datang dari saya untuk memintanya buang sampah atau menaruh pakaian kotor. Inilah yang disebut masa peka anak. Sangat disayangkan apabila inisiatif itu datang dari anak untuk makan sendiri atau menyapu tetapi kita sebagai fasilitator malah menghalanginya. Dan saat kita memintanya untuk melakukan sesuatu tentu anak tidak seantusias dulu, disaat inisiatif iti datang dari dirinya sendiri. 

Mari nikmati masa2 peka anak2 kita karena hal tersebut tidak berulang.



Education is a natural process carried out by the child and is not acquired by listening to words but by experiences in the environment.”


Monday, 13 June 2016

Sekilas Ceritaku: Menyapih Dengan Cinta

Sumber gambar: di sini

Menyapih dengan cinta atau weaning with love adalah artikel yang banyak dimuat di fb AIMI ataupun blog. Saat membaca artikel tentang WWL ini saya langsung jatuh hati.

Kenapa ????

Karena dalam WWL itu kuncinya adalah KERELAAN ibu dan anak dalam mengakhiri fase menyusui. Nah.. Yang namanya kerelaan tentu dilakukan tanpa adanya pemaksaan, seperti pemberian jamu pahit di sekitar aerola ibu. Hal ini sama saja dengan merebut apa yang menjadi hak anak.

Saya sempat membaca beberapa tips dalam menyapih dan beberapa tips tersebut telah saya praktekan, antara lain :

1. Kurangi frekuensi menyusui
Saya lakukan hal ini secara bertahap sejak usia el 20 bulan, saya mulai menjeda menyusui sampai 3 jam, terutama pada saat siang hari. Saya tidak menawarkan asi, tapi saya juga tidak menolak saat diminta oleh el.

2. Menambah frekuensi MPASI
Saat siang hari biasanya saya sediakan snack diantara jeda waktu makan. Snack yang saya siapkan yang simpel2, kolak, kacang hijau, jus dan seringkali hanya buah.

3. Tetapkan tempat menyusui
Selama ini saya selalu menyusui di kamar atau dlm kendaraan jika sedang dlm perjalanan. Hal ini berguna agar anak tidak meminta susu di sembarang tempat dan mengajarkan anak tentang peraturan.

4.  Tunjukkan perhatian dan kasih sayang
Dalam proses menyapih, tetaplah berada di dekat anak, mengelus, mengecup dan menyayangi anak agar anak tetap merasa kita menyayanginya meskipun tidak memberi asi.

5. Bulatkan tekad
Jika ibu dan anak siap, barulah menyapih. Jika masih ragu lebih baik ditunda. Karena keraguan kita akan terbaca anak dan anak menjadi tidak rela disapih. Waktu el disapih hari ke 3, tiba2 baju saya ditarik dan bilang mimik ma...mimik...lalu saya tawarkan jus jambu yang merupakan kesukaannya, akhirnya el melepas pegangan baju saya dan meminum jusnya. Hehe.. Jadi harus kuat yah mam..walaupun dirayu sama anak..

6. Berikan penjelasan kepada anak
Saya sounding sejak el 21 bulan. Setiap mau tidur saya usap2 sambil bilang, el sudah besar, giginya sudah banyak, sudah bisa makan macam2 yah.. Mama senang el maemnya banyak, minumnya juga sudah macem2 yah..minum teh, jus, dll (sebut kesukaan anak). Nanti kalau el ulang tahun, el akan tiup lilin. Nah, artinya el sudah besar dan bisa minum dari gelas seperti...(sebut nama kakak atau nama teman mainnya).

7. Libatkan suami
Karena proses menyapih ini memerlukan dukungan dari suami, terutama karena anak akan terbangun selama berkali2. Maka tetapkan waktu yang nyaman bagi semua pihak.

Pada awalnya saya ingin menyapih el saat usia 2 tahun, tapi akhirnya saat el usia 23 bulan el telah menyapih dirinya sendiri. Cerita awalnya bermula saat el terkena flu singapore akhir mei 2016 lalu, yang berakibat el tidak bisa makan selama 3 hari. Dan selama 3 hari itu saya menggunakan pipet obat untuk memberi minum dan obat. Itupun harus ditelan sambil berurai air mata. Sedih sekali rasanya. Dan saat hari ke 5, el sudah bisa menelan makanan namun masih belum berani asi. Akhirnya pada hari ke 6 el minta asi.

Sebelumnya sempat ada tetangga yang menyarankan untuk menyapih setelah sembuh, karena dulu anaknya pernah disapih setelah kena flu singapore. Mendengar saran tersebut saya tawarkan minuman susu uht saat el meminta susu asi. Ehh... Ternyata el dengan tanpa perlawanan langsung mau minum susu uht. Tidak hanya susu uht, terkadang el minum jus ataupun air putih.

Pada malam harinya el sempat terbangun dan meminta air, langsung saya kasih minum pakai gelas dan digendong sebentar sampai tidur kembali. Hal ini berlanjut sampai 4 hari. Setelah seminggu el sudah jarang minta minum tengah malam dan bisa tidur sampai pagi.

Menyapih dengan cinta rasanya membuat kelekalatan hati saya ke el semakin hangat. Kadang tanpa alasan el mencium saya. Saya sebagai mama harus belajar percaya pada anak, karena dengan kepercayaan kita dia dapat berkembang dengan percaya diri. Tiap tahapan tumbuh kembangnya harus saya nikmati karena hal itu tidak dapat berulang. ;)

Friday, 12 February 2016

Anak tidak mau berbagi

Setiap pagi dan sore --jika tidak hujan-- el akan berjalan2 di sekitar rumah dengan mama papa atau dengan mbah. Terkadang ada tetangga yg main ke rumah. Teman el namanya ve usianya sudah 2,5 tahun. Karena jarak rumah dekat jadi el sering main bersama.
Sumber gambar: google.com

Seringkali saat el main ke rumah ve, ve tidak mau meminjamkan mainannya.Ternyata perilaku ve ini ditiru oleh el. Saat ve main ke rumah, terjadi perebutan mainan dan berujung tangisan. Karena belum pernah mengalami masalah ini, langsung mulai browsing tentang anak yang tidak mau berbagi.

Awalnya sempat khawatir, tapi ternyata hal ini wajar terjadi pada rentang usia 2-5 tahun karena anak mulai dapat berfikir dan berbicara tentang diri sendiri. Jadi,,, di saat egonya sedang tumbuh dan tiba2 harus berbagi tentu saja anak keberatan. Namun dari pengalamannya, lama kelamaan anak bisa belajar bagaimana teman2nya bereaksi terhadap tindakannya. Jika hasrat untuk diterima lingkungan sosialnya kuat, akan mendorongnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Teman sebaya merupakan "agen sosial" yang akan memberikan pengalaman pada anak tentang perilaku yang dapat diterima oleh kelompoknya. Bila anak tidak mau berbagi dengan teman2nya, lama kelamaan tidak ada teman yg mau bermain bersama.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orangtua....


  • Hindari penggunaan kata "pelit", "jahat", "nakal", pada anak yang tidak mau berbagi, karena kata2 ini akan membuat anak merasa tidak berharga dan disalahkan. Pada dasarnya ia belum begitu paham mengenai perilaku apa yang diharapkan karena masih memandang dirinya sebagai orang yang paling penting (dampak dari egosentris).
  • Bila anak tetap ngotot tidak juga mau berbagi, cukup dengan mengatakan bahwa temannya akan merasa senang bila ia mau meminjamkan mainannya. Atau temannya  akan merasa sedih kalau tidak dibolehkan mencicipi makanan miliknya. Melalui pernyataan tersebut, anak dilatih untuk berempati pada orang lain.
  • Jangan memaksa anak untuk berbagi. Bagaimanapun adalah hak anak untuk berbagi atau tidak. Selain itu, bila semuanya harus dibagi, dikhawatirkan anak tak punya batasan, mana miliknya dan mana milik orang lain, sehingga bisa saja ia memakai/mengambil barang milik orang lain seenaknya saja tanpa mempertimbangkan bahwa pemiliknya juga memerlukan barang tsb.
  • Beri batasan sesuai norma sosial yang berlaku. Misalnya, dengan menjelaskan "Ini punya kamu dan ini milik adikmu atau kakakmu." Dengan demikian anak tahu mana yang miliknya dan bukan.
  • Berikan contoh yang baik. Jika anda membuat kue, misal beri satu pada si anak, kakaknya, tantenya, atau orang lain yg berada di rumah. Dari sini anak bisa belajar berbagi sehingga satu saat terdorong untuk melakukan hal yang sama.
  • Biasakan minta izin lebih dahulu pada anak bila Anda hendak memakai barang milik anak. Jangan mentang2 anda yang memberikan lantas main ambil saja. Bukankah batang itu sudah diberikan kepada anak? Dengan anda meminta izin lebih dahulu, anak belajar bahwa untuk memakai barang orang lain harus minta izin. Kelak, dengan sendirinya ia tak akan keberatan bila ada teman hendak meminjam mainannya, misal: karena ia tahu mainan itu pasti akan dikembalikan dan tetap menjadi miliknya.
Setelah membaca ulasan tersebut, saya mulai meminta izin pada el jika saya meminjam mainannya, sehingga saat ve berkunjung el mulai terbiasa meminjamkan barang. Jika ve ingin mainan yang sedang dimainkan el saya minta izin pada el, maukah meminjamkan mainannya pada ve..el terdiam..lalu saya bilang, ve pasti sedih jika el tidak meminjamkan mainan tsb. Kadang cara ini berhasil. Tapi terkadang tidak. Saat el tidak mau meminjamkan saya tidak mau memaksanya, jadi saya katakan jika ini memang mainan kesukaan el tolong disimpan saja supaya tidak rebutan dengan teman. Bagaimanapun anak kita masih beradaptasi dengan emosinya sendiri dan juga dengan pengaruh lingkungan. Mari kita bimbing anak kita untuk belajar mengambil keputusan sendiri.

Sumber bacaan :
80 solusi masalah perkembangan anak (Nakita) hal 84.

Thursday, 10 September 2015

Anak Susah Makan

Huwaaa.. Orang tua mana yang tidak bingung kalo anak tidak suka makan, pilih-pilih makanan atau lebih sering disebut picky eater. Kayaknya kalo sudah berhadapan sama hal ini orang tua jadi ikut2an pusiing, dan sampai-sampai bikin kesabaran teruji. wkwwkwk.. *sekaliancurhat*

Sekitar satu minggu ini elnathan mulai susah makannya. Hiks! Sedih banget rasanya, karena selama setahun belakangan elnathan makannya gampang banget...nget..ngeeettt.. Dikasih makan apa aja langsung lep, masuk tanpa perlawanan. Tapi sekarang.. Rasanya tiap jam makan, mamanya yang ketar-ketir. Sendoknya mengarah ke bibir, langsung deh mulutnya mingkem. Makin dipaksa, makin meronta. Huwaa.. Udah deh, rasanya jadi ga sabar. *tarik napas panjang*

Kalo cuma berhenti di bingung dan tidak sabar nanti jadinya tambah berabe. Proses makan jadi makin ga menyenangan buat elnathan dan tambah mingkem. Hiks.. *save paha dan pipi montok*
Hehehehe.. Sempet saking udah ga sabarnya saya, langsung kebaca sama suami dan diajak discuss.

Papa : "Kenapa ma, kok jadi ga santai ngasih makannya?

Mama : "Iya pa, ini udah 5 harian elnathan kaya gini. Kalo kemarin-kemarin mama ga tegang kok, cuma kalo lama-lama kaya gini takut kurang nutrisi.. takut kalo sampai sakit pa."

Papa : "Bukan takut elnathan ga jadi gemuk lagi kan..?"

Mama : "Iya sih pa, agak takut jadi kurus." hehehe

Kadang persepsi bahwa bayi sehat adalah bayi gemuk sering bikin orang tua jadi khawatir berlebih. Hal ini juga sempat mengganggu pikiran saya.

Kenapa anak bisa menolak makan?
Ternyata penyebabnya banyak, bisa karena proses tumbuh gigi, karena sedang sakit, karena bosan dengan makanannya, sudah kenyang, karena baru bisa jalan, dll.

Untuk elnathan, saya periksa untungnya tidak sakit tapi memang baru mulai bisa jalan satu minggu ini. Jadi mungkin itu salah satu penyebabnya. Tapi tetap saja kekhawatiran melanda, takut kalau nathan sampai kekurangan nutrisi. Beruntungnya saya setelah searching di internet ketemu web 24hourparenting tentang self regulation. Karena ternyata, lapar adalah insting dasar manusia jadi kalau anak menolak makan, mungkin saja karena masih kenyang. Lebih baik tunda keinginan memaksa anak makan saat ia menolak. Ulangi lagi 1 jam kemudian. Terkecuali jika anak sakit ya mommy. Kalau anak sedang sakit tentu keinginan makan akan menurun dan jika hal ini terus berlanjut ada baiknya diperiksakan ke tenaga medis.

Sumber: 24hourparenting.com

Semangat terus mommies dan teruslah menebar senyum ceria untuk rumah. Karena mama adalah matahari rumah. ^^,

Friday, 31 July 2015

Tumbuh Gigi Pada Bayi

Pertumbuhan gigi pada bayi berbeda-beda antara bayi yang satu dengan yang lain, namun biasanya proses ini dimulai saat usia bayi 6 bulan. Gigi yang tumbuh pertama adalah gigi seri/ gigi depan bagian bawah dan dilanjutkan dengan gigi seri bagian atas. Untuk elnathan, pertumbuhan gigi seri bawah terjadi saat usia 8 bulan, sedangkan gigi seri atas baru tumbuh di usia 12 bulan lebih 3 minggu.

Tumbuh gigi pada bayi biasanya ditandai dengan banyak mengeluarkan air liur, suka menggigit (terkadang suka menggigit puting), dan gusi gatal. Sering juga terjadi demam dan diare pada proses tumbuh gigi sehingga bayi menjadi lebih rewel, menyusu lebih sering dan senang digendong. Padahal demam dan diare bukanlah tanda akan tumbuh gigi. Sehingga jika bayi anda mengalami hal tersebut berkepanjangan sebaiknya segera periksakan ke tenaga medis.


Pada saat gigi seri bawah elnathan tumbuh ditandai dengan banyaknya air liur dan seringnya mengisap jari tangannya tapi untungnya tidak menimbulkan demam ataupun diare. Beda halnya, dengan pertumbuhan gigi seri atas, elnathan demam sampai 38 derajat C selama 3 hari.

Awalnya saya tidak tahu bahwa demam ini karena tumbuh gigi, karena takut panasnya semakin tinggi, saya beri obat Sanmol dan saya balurkan dengan parutan bawang merah ditambah minyak kayu putih di bagian dada, perut dan punggung.

Setelah hari kedua panasnya masih naik turun ( saat malam panas namun saat pagi - sore panasnya turun ), akhirnya kami bawa ke dokter spesialis anak (dsa). Diberikan resep obat demam dan antibiotik. Entah kenapa saat itu saya dan suami ragu untuk memberikan obat dari dsa dan lebih memilih memberikan obat Sanmol, bawang merah dan kompres Bye Bye Fever (walaupun hanya 5 menit nempel dan langsung dilepas elnathan.. *tepokjidat*).

Untungnya pada hari yang ketiga panas elnathan mulai turun dan sorenya sudah bisa mandi. Naah, pas hari ketiga baru deh sadar kalau ada 2 gigi yang nongol di bagian atas. Hehe. Pantesaan, 2 hari ini elnathan tidak mau makan nasi. Maunya makan lauk dan buah saja. Mungkin karena aktivitas mengunyah kurang nyaman di gusinya ya.

Tumbuh gigi ini kadang membawa kejutan buat mamanya, karena gusi gatal terkadang puting menjadi sasaran gigitan bayi. Hal ini juga baru saya alami, untung hanya sedikit lecetnya. Langsung pasang muka sedatar-datarnya dan keluarkan puting dari mulut bayi dengan jari kelingking. Usahakan tidak berteriak atau bereaksi yang berlebihan karena bayi anda merasa sedang diajak bermain dan dikhawatirkan bayi akan kembali mengigit puting mama.

Akhir kata, selamat datang gigi baru dan menu makanan baru yang sesuai tahapan usia bayi telah menanti. Happy teething day babiesss...!!!

Sumber gambar: www.deerfootdentalcentre.ca/wp-content/uploads/2012/06/dfdc_teething.jpg